Wira

Archive for December, 2005

Ide-Ide Tak Tertuliskan

In Personal on December 30, 2005 at 03:21

Malam ini sebenarnya pengen banget update blog dengan topik-topik menarik yang lama tertunda, misalnya:

1. Tutorial step-by-step untuk sharing multimedia di friendster/website (ini sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman friendster).

2. Psikologi populer tentang kenapa kita cenderung nggak bisa menyelesaikan atau menunda-nunda tugas/pekerjaan.

3. Galileo, proyek Satelit uni eropa, jawaban untuk monopoli sistem GPS Amerika saat ini.

4. Komentar pribadi tentang Brad Pitt (terkait dengan kegemaran Angelina Jolie mengadopsi anak), mau an aja sih loe Pitt?

5. Mempromosikan layanan Bloglines, service yang berguna sekali untuk blogger, terutama bagi yang belum tahu.

Dan masih banyakkk banget, numpuk aja catatan ide-ide spontan itu. Entah lah, I am not in the mood for sharing sekarang ini :-(

Anyway, Selamat Tahun Baru 2006!

All this time I’ve been assuming that time and ideas are what I need to keep my blogs updated, but now I realized that I also need to feel secure and content, those two that I am lack of at the moment.

Wira @ Blogsome, June 2005

Kehidupan Seorang Pesantren

In Personal on December 27, 2005 at 13:46

Jangan bingung dengan judul nya ya, pesantren disini adalah singkatan dari Pengangguran Santai Tapi Keren dan nggak ada hubungan nya sama sekali dengan Institusi Pondok Pesantren manapun yang saya hormati.

Walau terkesan santai, sebenarnya sama sekali nggak, sayang kan membuang-buang waktu percuma, saya pun mencari-cari kesibukan yang memiliki nilai tambah:

Melamar Pekerjaan

Bisa dibilang inilah yang paling menyedot waktu dan energi saya sekarang, syukur alhamdulillah walau belum mendapat kepastian, sudah banyak panggilan interview. Saya belum bisa bercerita banyak juga ttg ini :-)

Go for Linux

Dari dulu saya ingin sekali mempelajari sistem operasi Linux, terakhir saya menggunakan sistem operasi ini saat masih kuliah di Bandung, saat itu proses instalasi nya saja bisa membuat frustasi, ternyata sekarang linux sudah jauh lebih user-friendly.

Satu hal yang tercetus saat bekarja dalam sistem operasi ini, saya harus akui Windows masih tetap akan merajai sistem operasi publik untuk jangka waktu panjang, Linux masih butuh waktu untuk mengejar dalam masalah dukungan kompatibilitas hardware dan software.

Belajar Bahasa Mandarin

Saya mencoba belajar dari keseharian tapi susah ya, alhasil saya pun mencari tempat kursus dan akan dimulai Januari nanti. Belum banyak yang saya bisa tulis soal ini.

Menambah Wawasan Umum

Saya mengurangi waktu online dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk membaca berbagai majalah dan buku-buku yang menambah wawasan. Dari pengalaman interview pekerjaan, ternyata diluar bidang akademik, wawasan umum saya tentang industri dan proses bisnis masih amat kurang. Ini seperti nya akibat keasyikan baca banyak novel dan porsi browsing terlalu besar untuk hal-hal yang gak perlu, weleh.. ngaruh tokh ya ;-)

Selamat Hari Ibu

In Personal, Photo on December 22, 2005 at 22:22

Speechless, saat mencoba merangkai kata-kata untuk mengungkapkan kasih sayang seorang Ibu. Terlalu sedikit kapasitas blog ini untuk menampungnya, terlalu banyak hal juga hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata.

Image hosted by Photobucket.com

Posting singkat ini, di dedikasikan untuk Mama dan seluruh Ibu yang ada di dunia. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang di yang ada di hati kami, karena itu pastilah berasal dari belaian tangan kalian yang mengasuh kami sejak kecil.

Happy Mother’s Day, I love you Mom.

April Snow

In Reviews on December 22, 2005 at 05:21

Kecuali film horor atau action nggak jelas, saya bisa menikmati hampir semua jenis film, dari SciFi ala Steven Spielberg, Pop Komedi ala American Pie, film-film festival yang berat, sampai film-film romantis ala Korea seperti yang baru saja saya lihat, April Snow.

Film ini bercerita tentang dua orang tetangga sebuah flat yang mengetahui bahwa pasangan mereka masing-masing telah saling berselingkuh, diketahui setelah kedua pasangan mereka tersebut mengalami kecelakaan mobil bersama, dari kamera yang terserak di mobil terekam adegan mesra kedua nya di sebuah hotel.

Image hosted by Photobucket.comKedua pasangan mereka tersebut tidak tewas, namun hanya koma dan dirawat intensif di sebuah rumah sakit. Walau tahu telah di khianati, meraka masih merawat pasangan nya masing-masing.

Bisa ditebak, sering nya bertemu di rumah sakit, status tetangga, ditambah lagi pengkhianatan pasangan mereka, perlahan tapi pasti kedua nya mulai saling memperhatikan dan jatuh cinta (duh drama Korea polll abiss..)

Masalah timbul saat bulan berganti bulan, pasangan mereka yang koma masing-masing terus membaik keadaannya, di sisi lain hubungan dan hati mereka berdua sudah terlanjur amat-amat dekat. Bagaimana jika pasangan mereka sadar dari koma, akankah mereka terus melanjutkan jalan yang sekarang atau memaafkan dan menerima kembali pasangan nya masing-masing? Konflik hati yang saya rasa bisa menguras air mata bagi penonton yang sensitif, ciehhh..

Dengan setting Korea yang dingin dan bersalju di daerah pinggiran kota yang hening, film ini cukup menghibur, juga saya suka sekali pemeran utama wanita nya, bukan tipikal model, low profile saja, namun amat anggun. Ya, saya memang tidak pernah bisa terlalu kritis dengan sebuah karya seperti film, seperti kebanyakan orang awam, saya memilih untuk menikmati saja apa adanya.

Dengan aktor berbahasa korea dan teks mandarin, tidak satu pun kalimat di film ini yang saya mengerti, namun cukup dengan bahasa tubuh dan ekspresi para pemain nya, saya tetap bisa mengerti dan menikmati jalan ceritanya sampai akhir; tidak masalah, karena cinta memang bahasa yang universal :-)

Top Career Websites 2005

In In English, Interesting stuff, Personal on December 21, 2005 at 04:01

It is quite tiring to manually fill in forms to submit my job applications from one company website to another, I can’t simply doing one time copy-paste since each of them has its own rules and interfaces.

Image Hosted by ImageShack.usThe hardest and time-consuming part is the customization, you can’t simply jot down a uniform cover letter and resume for every company, right?

However, even though I have considered my self as an internet savvy and really understand how web pages work, interestingly many big respected companies giving me a hard time on their career pages; many times I get lost in navigating, another time a long time consuming filled form can’t be submitted and keep giving endless error messages, not to mention browser compatibility where most of them only works using ’spyware friendly’ Internet Explorer, sigh.

Luckily, thanks God there are some companies with a very friendly and smart career pages, I must admit it gives a very good impression of the company, and it helps my work a lot easier and time efficient. No wonder there is an award for this category, top career websites 2005, you can click the image for the link.

I guess I don’t have many choices at the moment. I must live with this and understand that this is one process that I must going through, wish me luck my dear friends :-)

God’s Debris

In In English, Interesting stuff, Reviews on December 16, 2005 at 00:06

If you like to read comic strip, definitely you are familiar with Scott Adams, creator of DilbertTM. It turns out that he is also a book writer, I accidentally found one of his book in singapore public library few months ago. This amazing book titled God’s Debris.

Having prepared my self for an entertaining funny book, but I was wrong, not totally wrong because the book is very ‘entertaining’ though. I can’t put this philosophy book down right until I finished it. It’s not an ordinary philosophical book, reading this book is like riding wildly on a journey, a journey of mind.

In his blog, he offered legal soft copy of this book for FREE:

http://www.andrewsmcmeel.com/godsdebris/

Synopsis
Taken from the download page

Book Cover

Imagine that you meet a very old man who—you eventually realize—knows literally everything. Imagine that he explains for you the great mysteries of life—quantum physics, evolution, God, gravity, light, psychic phenomenon, and probability—in a way so simple, so novel, and so compelling that it all fits together and makes perfect sense.

What does it feel like to suddenly understand everything? God’s Debris isn’t the final answer to the Big Questions. But it might be the most compelling vision of reality you will ever read. The thought experiment is this: Try to figure out what’s wrong with the old man’s explanation of reality. Share the book with your smart friends then discuss it later while enjoying a beverage.

Awalnya Nge-Blog

In Blogging, Personal on December 14, 2005 at 03:36

Pertengahan 2004, saya bahkan tidak tahu apa itu blog. Saat itu internet bagi saya identik dengan email dan search engine, nggak lebih, bahkan nggak terhitung berkali-kali account email gratisan saya expired :-)

Menginjakkan kaki di singapura, gabungan koneksi broadband dan kesepian membuat saya jadi kecanduan internet, bisa dibilang sampai sekarang, yang herannya bisa sembuh tiap kali pulang ke Indonesia :-) nah lohh.. mungkin bukan sembuh sihh, tapi kapok jenggotan tiap kali online via telkomnet instan, saya memang tidak punya pilihan akses ke koneksi yang lebih cepat saat liburan di rumah.

Awal saya nge-blog adalah terinspirasi dari beberapa orang, saya ingin memberi penghargaan kepada beberapa blogger yang menginspirasi saya untuk membuat blog sendiri.

Neenoy – Waterflow

Tutur kata yang sederhana dan bersahaja, desain blog yang rapi minimalis. Berawal dari forward sebuah tulisan yang diambil dari blog ini oleh teman saya Nana, di titik itulah saya baru memperhatikan dunia blog, namun belum pede membuat blog sendiri.

Agung – Mbot HQ

Ini adalah satu-satunya blog yang regular saya baca namun nggak pernah meninggalkan komentar disana, kalau mengunjungi blognya (journal) akan tahu kenapa saya nggak pernah memberi komentar. Blog ini mengangkat banyak hal-hal sederhana sehari-hari menjadi tulisan yang menarik dibaca atau bikin sakit perut.

Awal-awal blogging saya mencoba bisa menulis seperti ini hingga akhirnya saya sadar, tiap orang punya gaya menulis nya masing, yang terbaik adalah menjadi diri sendiri :-)

Kere Kemplu – BloGombal

Tulisan dan gambar-gambar yang menggelitik, ditambah lagi keaktifan nya, saat itu blog ini banyak menginspirasi saya tentang image hosting dan pemilihan gambar yang membuat posting lebih menarik.

Enda – GoBlogmedia

Dinobatkan sebagai Bapak Blog Indonesia, saya banyak mendapat link-link penting dan informasi blogging + internet dari blog ini saat memutuskan untuk memasuki dunia blogging, september 2004.

Sekarang sih banyak sekali blog yang saya baca saat waktu senggang, walaupun demi efisiensi waktu hanya via Bloglines, termasuk mungkin blog kamu-kamu yang sedang membaca tulisan ini :-)

Till We Meet Again

In Personal, Photo on December 8, 2005 at 16:08

Sekitar akhir Juni 2004, pesawat Garuda yang saya tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus di Bandara Changi Singapura, saat hendak turun terlihat seorang perempuan yang kesulitan menurunkan koper nya dari atas kabin, saya pun lantas membantu menurunkan lalu langsung pergi begitu saja karena kebelet pipis he3x..

Saat menuju counter Imigrasi kita pun ketemu lagi, barulah disana properly berkenalan, Moen, juga orang Indonesia dan hendak melanjutkan study master nya di NUS, sama dengan saya yang juga akan memulai study master di NTU, wahhh.. dapat firasat bakal banyakkk banget ketemu teman baru di negara mungil ini, baru di bandara aja udah dapat :-D

Firasat saya terbukti benar, dari dunia blogging saya ketemu dengan Nauval, seorang professional muda dan pengamat film independent (juga bisa berperan loh..) yang amat berbakat, dari Nauval ini saya mendapat peran kecil di IAF dan disana makin bertambahlah teman-teman di negara ini.

Sepulang liburan kemarin, saya mendapat dua invitasi, bisa dibilang perpisahan dari dua teman saya ini, dimana Moen akan kembali ke Jakarta awal desember ini, begitu juga dengan Nauval yang mengambil keputusan berani untuk mengadu nasib di Jakarta. Jujur, walau sebenarnya jarang sekali kita-kita bertemu, ada juga rasa kehilangan, walau teknologi sudah demikian canggihnya, tetap manusiawi kalau interaksi langsung itu lebih memberi makna.

Hal yang sama sudah saya alami dengan Pipit, teman baik saya dari masa kecil malah, mulai dari main petak umpet dari jaman kita SD, sampai bareng masa-masa ABG dan puber jaman SMP dan SMA, kuliah satu kota di Bandung, rasanya sudah seperti saudara sendiri, sebegitu dekat nya sampai mungkin nggak ada satu pun pacar2 kita yang nggak cemburu ha3x.. kalau sudah begitu saya jadi serba salah deh.

Buat Moenlite dan Nauval, selamat jalan my friend, semoga lancar aja semuanya, it won’t be easy but I am sure you’ll make it there, just take your time. Buat Pipit yang sedang berlibur, enjoy the holiday pit dan titip salam buat pempek, tekwan, model, bakso, siomay, nasi uduk, bubur ayam, mie pangsit, soto, arghhh jadi sadar ternyata saya belum makan ya ha3x..

Surprise! Nauval dengan penampilan barunya, plontos..

I know she can play piano, tapi harpa ini cuma buat gaya di foto aja ya Moen :-)

Pipit dan kucing nya yang sentimen berat sama saya, lihat deh pandangan matanya, he3x… *kaburr*

However, nggak bisa dipungkiri, jarak dan status juga memberi pengaruh kepada hubungan persahabatan, pahit emang tapi itulah realitasnya, life goes on. I hate to say goodbye, I can only say in confident, “Till we meet again my friends..

Long Distance Relationship

In Personal, Relationships on December 7, 2005 at 04:36

LDR is not that bad, bahkan lebih punya banyak keuntungan. Saya mengerti beberapa orang benar-benar say NO untuk LDR, tapi ijinkan saya memberi sudut pandang lain sbg orang yang bisa dibilang makan garam dalam hal ini :-)

Sekarang kita lihat beberapa alasan umum dari sulitnya membina LDR:

Kangen, musuh utama dari LDR, untuk yang satu ini, nggak bisa dipungkiri kehadiran orang yang disayangi jauh lebih baik dibandingkan interaksi via telefon atau internet.

Konflik, saya belum pernah menemukan satu pun pasangan yang nggak pernah menghadapi konflik; dalam menghadapi konflik, jarak dan keterbatasan komunikasi bisa membuat konfliknya berlarut-larut bahkan bisa menciptakan konflik baru.

Orang Ketiga, sebenarnya amat manusiawi, pasangan LDR memang lebih rentan dalam menghadapi godaan.

Lain-lain, yang inti nya hal-hal yang gak bisa didapatkan oleh pasangan LDR, seperti kencan hampir setiap hari/weekend, telefon berjam-jam via Esia sampai merasa perlu membeli baterai hp cadangan, dan banyak lagi, use your imagination ;-)

Enjoying and satisfying your being young and single (not married yet) lebih bisa dilakoni oleh pasangan LDR; apa coba enaknya kalau saban hari/weekend udah ditongkrongin pacar, kalau memang serius tokh akan ada waktu nya nanti, seumur hidup malah, kenapa harus ngotot sih, ya kann :-)

LDR juga membuat masing-masing pelakunya bisa lebih konsentrasi dengan sekolah/karir nya, inti nya masing-masing dari pasangan bisa benar-benar memanfaatkan waktu muda nya untuk bergaul luas dan mengembangkan diri, siapa coba yang bakal untung? Mereka juga kan.. Sekarang mungkin ada yang bertanya, bagaimana mungkin mengenal seorang calon pendamping hidup dengan LDR saja, nggak cukup dan gak menyeluruh dong?

Simple, justru dari LDR itulah kita bisa menilai kualitas seseorang yang sebenarnya, dimana kadar kesetiaannya benar-benar teruji, juga tingkat kesabaran nya (dalam manjalani hubungan) juga benar-benar terlihat, kemampuan dan skill dalam saling (menjaga) berkomunikasi juga amat memegang andil.

Jangan salah paham ya, saya nggak mengatakan bahwa pacaran jarak dekat atau pernikahan menghambat perkembangan diri dan pergaulan lho (malah bisa sebaliknya kok), saya cuma mau mengatakan bahwa kebersamaan itu akan datang waktu nya, dari hari menikah sampai maut memisahkan. Jadi selagi masih sendiri (atau bahkan nanti saat telah menikah), hubungan yang sehat adalah memberi ruang bagi pasangan untuk menjadi dirinya sendiri.

Terakhir.. hubungan jarak jauh bukan berarti nggak pernah ketemu kan :-D