Sekitar akhir Juni 2004, pesawat Garuda yang saya tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus di Bandara Changi Singapura, saat hendak turun terlihat seorang perempuan yang kesulitan menurunkan koper nya dari atas kabin, saya pun lantas membantu menurunkan lalu langsung pergi begitu saja karena kebelet pipis he3x..
Saat menuju counter Imigrasi kita pun ketemu lagi, barulah disana properly berkenalan, Moen, juga orang Indonesia dan hendak melanjutkan study master nya di NUS, sama dengan saya yang juga akan memulai study master di NTU, wahhh.. dapat firasat bakal banyakkk banget ketemu teman baru di negara mungil ini, baru di bandara aja udah dapat
Firasat saya terbukti benar, dari dunia blogging saya ketemu dengan Nauval, seorang professional muda dan pengamat film independent (juga bisa berperan loh..) yang amat berbakat, dari Nauval ini saya mendapat peran kecil di IAF dan disana makin bertambahlah teman-teman di negara ini.
Sepulang liburan kemarin, saya mendapat dua invitasi, bisa dibilang perpisahan dari dua teman saya ini, dimana Moen akan kembali ke Jakarta awal desember ini, begitu juga dengan Nauval yang mengambil keputusan berani untuk mengadu nasib di Jakarta. Jujur, walau sebenarnya jarang sekali kita-kita bertemu, ada juga rasa kehilangan, walau teknologi sudah demikian canggihnya, tetap manusiawi kalau interaksi langsung itu lebih memberi makna.
Hal yang sama sudah saya alami dengan Pipit, teman baik saya dari masa kecil malah, mulai dari main petak umpet dari jaman kita SD, sampai bareng masa-masa ABG dan puber jaman SMP dan SMA, kuliah satu kota di Bandung, rasanya sudah seperti saudara sendiri, sebegitu dekat nya sampai mungkin nggak ada satu pun pacar2 kita yang nggak cemburu ha3x.. kalau sudah begitu saya jadi serba salah deh.
Buat Moenlite dan Nauval, selamat jalan my friend, semoga lancar aja semuanya, it won’t be easy but I am sure you’ll make it there, just take your time. Buat Pipit yang sedang berlibur, enjoy the holiday pit dan titip salam buat pempek, tekwan, model, bakso, siomay, nasi uduk, bubur ayam, mie pangsit, soto, arghhh jadi sadar ternyata saya belum makan ya ha3x..

Surprise! Nauval dengan penampilan barunya, plontos..

I know she can play piano, tapi harpa ini cuma buat gaya di foto aja ya Moen

Pipit dan kucing nya yang sentimen berat sama saya, lihat deh pandangan matanya, he3x… *kaburr*
However, nggak bisa dipungkiri, jarak dan status juga memberi pengaruh kepada hubungan persahabatan, pahit emang tapi itulah realitasnya, life goes on. I hate to say goodbye, I can only say in confident, “Till we meet again my friends..“