Wira

Archive for January, 2006

Media Player di Friendster/Blog

In Blogging, Reviews, Tips and Tricks on January 20, 2006 at 03:22

Sudah lama pengen nulis tutorial ini, maaf ya buat teman friendster yang request, baru kesampaian sekarang. Tadinya mau ditulis di blog friendster, tapi karena ini juga bisa di aplikasikan di blog maka sekalian aja ditulis disini.

Tujuan

Sharing audio (lagu) untuk fitur multimedia friendster dan blog.

Platform/Browser

Microsoft Windows, dengan media player Plug In, biasanya sudah otomatis terintegrasi di browser berbasis Windows (IE, Firefox, Opera, Netscape, dll), nggak perlu ada yang diubah. Pemakai Linux dan Mac, silahkan minggir sekarang he3x..

Yang Dibutuhkan

1. Jet Audio Player, bisa download di sini, versi basic udah cukup. Gunanya untuk konversi file audio (misalnya mp3) yang ingin kita sharing ke format wma, kenapa? Soalnya format itu ukuran file nya jauh lebih kecil, jadi bisa lancar di download oleh browser pengunjung. Konsekuensi nya, kualitas audio sedikit berkurang, wajar kok.

2. File hosting dgn fasilitas hot linking, eit.. cukup jangan bertanya lebih jauh, bagi yang mengerti bisa langsung skip ke no.3, tapi bagi yang bingung maka kalimatnya saya ubah; account di Yahoo geocities, tapi ada keterbatasan nya, baca disclaimer di bawah posting ini nanti ya.

3. Opsional – LimeWire, untuk mencari dan download musik, film, dll sebagainya dari internet, ini sebenarnya nggak perlu amat sih, intermezzo aja sekadar nambah2in koleksi lagu/film. Ehm.. saya ingatkan, perhatian perhatian.. PIRACY is CRIME, pokoknya udah di ingetin tuh yaa.. *kaburr*

Balik ke topik, prinsipnya hanya no.1 dan 2 yang vital. Sekarang step by step nya.

A. DOWNLOAD dan install Jet Audio Player.

Restart komputer setelah instalasi, gunanya ada, pokoknya kerjain aja :-)

B. PILIH lagu nya.

Usahakan file size nya cukup kecil, untuk format mp3 durasi 0-3 menit ideal, termasuk dial up mungkin masih kuat, durasi 3-5 menit mungkin hanya lancar untuk koneksi ADSL, durasi 5 menit keatas kemungkinan besar cuma bisa lancar terdengar oleh koneksi broadband. Memang nggak selalu berlaku begitu, bergantung kualitas koneksi nya.

C. KONVERSI ke format wma.

Klik kanan file yang kita pilih, nah di list nya sekarang ada menu untuk Jet Audio (itu gunanya restart tadi, untuk menjamin menu ini muncul saat klik kanan).

Pilih, convert with jet audio. Ubah file naming, HARUS ke huruf kecil semua dan TANPA spasi (mengikuti standar html), misal:

Goyang Dombret ditulis: goyangdombret

Tick, create new files in the following folder, terserah nanti file hasil konversinya akan di taruh di folder mana, gampangnya ke desktop aja.

Set Output format, pilih WMA – Windows Media Audio 9.

Klik config, pilih format Windows Media Audio (wma), Constant Bitrate (cbr) pilih 32 Kbps Stereo (biasanya lagu mp3 yang kita punya standarnya 128 Kbps), ukuran file jauh menjadi lebih kecil namun tetap stereo.

Boleh dipilih kbps yang lebih kecil, tapi kualitas suaranya juga makin menurun, dari pengalaman, setting diatas cukup pas.

Klik Ok, selanjutnya klik Start untuk mulai konversi.

Di akhir proses ada pertanyaan apakah ingin menambah file ini ke album, jawab saja No.

D. UPLOAD File tersebut ke server (geocities).

Login ke yahoo geocities, nah ini step by stepnya banyak deh terutama yang belum pernah mengaktifkan geocities nya, tapi intinya:

- Aktifkan geocities kalau belum diaktifkan

- Akses File Manager, silahkan cari link kunci ini, open file manager, jangan ubah apa-apa, klik langsung.

- Nah sekarang gampang, nggak perlu bikin2 folder atau apa, langsung scroll ke bawah dari list file yang ada, cari tombol Upload Files. Browse deh file lagu wma kita tadi, upload.

- Kalau sudah selesai, lihat list nya apakah file kita sudah masuk, pastikan juga file name nya benar, tanpa huruf besar dan tanpa spasi. File kita tadi harusnya terbaca, goyangdombret.wma

- Sign out dari geocities, sisi praktis aja, pusing kan banyak windows yang terbuka :-)

E. COPY PASTE script ini:

==========

Image hosted by Photobucket.com

==========

Diatas hanya screen shot saja, karena berkali-kali wordpress otomatis menghapus script yang saya tuliskan. Klik link ini untuk memperbesar gambar. Silahkan diketik sendiri, atau boleh email untuk attachment text nya.

Asumsi judul lagunya adalah goyangdombret.wma, dan account geocities yang dipakai adalah yahoo ID: wirakito.

Bagi kebanyakan blogger, bahasa html script ini cukup familiar dan bisa dimodifikasi sesuai selera.

Saya sudah mencoba script ini bekerja baik untuk Blogspot dan Friendster, sementara wordpress.com tidak menerima script, host gratisan yang lain saya belum pernah coba.

Untuk Blogspot, tinggal copy paste ke posting nya aja (bagian html).

Untuk Friendster, masuk ke Edit Profile lalu Customize lalu Add music and video and more images to your profile. Copy paste aja kesana, klik tombol save, beres.

Kalau semua lancar, maka tampilan nya akan begini (screen shot diambil dari profile friendster saya).

Image hosted by Photobucket.com

Disclaimer:

1. Lagu yang kita sharing secara otomatis akan di download oleh browser pengunjung, karena itu makin besar ukuran file nya maka makin sulit lagu tersebut untuk mulus terdengar tanpa putus-putus, malah bisa membuat browser macet/hang. Takaran ideal adalah lagu yang berukaran maksimal 1 Mb (durasi sekitar 4 menit), semakin pendek justru makin besar kans nya bisa dinikmati.

2. Account gratis Yahoo Geocities memiliki limit data transfer 3 GB per bulan, wow dermawan amat ya, TAPI dijatahi hanya 4.2 Mb saja per JAM! Jadi kalaunya lagu berukuran 1 Mb, dan dalam jangka waktu satu jam site kita dikunjungi 5 orang, maka orang kelima tidak akan bisa mendengar lagu tsb (error), tunggu saja sekitar satu jam lagi, halah.. maklum gratisan.

3. Geocities sebenarnya tdk memperbolehkan praktek ini (hot linking), disini saya hanya mengambil geocities sebagai contoh, praktek nya bisa ke server mana saja, yang penting link buat script nya itu loh..

4. Script ini memang hanya mendukung satu lagu saja dan mesti diganti manual link di script nya untuk lagu lain (bisa juga dgn ganti judul lagu yang sama di server/geocities), untuk sharing sekaligus banyak lagu, ada yang namanya radio blog.

5. Saya menyatakan tidak bertanggung-jawab atas penyalahgunaan informasi di posting ini, apa-apa yang tidak boleh dan ilegal sudah saya tuliskan.

Moga-moga sharing ini berguna ya, sayang nih wordpress.com nggak menerima script, tapi kalau mau lihat sampelnya ada di profile friendster. Kalau belum jadi teman friendster saya, haahh? Hari genee belum add saya? Hi3x.. becanda deng.. tuh ada link ke blog friendster di samping.

Eh ngomong2 tentang friendster, nih service bener-bener buruk, iklan-iklan nya makin mengganggu, sebenarnya social networking yang bagus banget tuh Multiply, sayang munculnya setelah ledakan friendster, sayang temen2 lama kumpulnya di friendster, lah kok jadi out of topic gini ;-)

Have a nice weekend..

Update (11 Maret 2007)

Nggak nyangka juga, rasanya jaman kapaaan ya nulis postingĀ  ini, tapi sampai minggu kemarin saya masih menerima email permintaan copy script diatas. Sebenarnya ada cara yang lebih praktis sekarang ini. Visit aja Song2Play, disana tinggal pilih lagunya dan semua codenya disediakan bisa langsung copy paste untuk blog, friendster dan lain-lain.

Kelebihannya dibanding metoda sharing saya ini, selain praktis juga unlimited, moga bermanfaat :)

Wawancara Penulis

In Interesting stuff, Tips and Tricks on January 14, 2006 at 02:13

Ini adalah posting saya ke milis pria_sehat_tanpa_celana di yahoogroups, jangan tertipu dengan nama milisnya, mungkin banyak yang sudah tahu, ini adalah salah satu milis terbaik untuk sharing di antara penulis-penulis muda Indonesia. Moderator milis ini antara lain Adhitya Mulya. Sudah 6 bulan saya memilih opsi no mail, mungkin kapan-kapan saya akan aktif lagi di sana.

Tulisan wawancara dibawah ini bisa menjadi salah satu sumber inspirasi bagi yang berminat menjadi penulis, menarik :-)

To: “YG PSTC”
From: Me
Date: Sat, 07 May 2005 18:04:39 +0800
Subject: [PSTC] Wawancara Penulis

Dear Friends,

Gua baru selesai baca Novelnya Richard Paul Russo (genre SF) yang judulnya “Unto Leviathan”. Terus terang ini salah satu novel terbagus yang pernah gua baca, Science Fiction tapi amat humanis, bukan menonjolkan action dan teknologi belaka namun juga kita jadi terlibat dengan pergulatan emosi di ceritanya, saking terkesannya sampai gua penasaran siapa sih pak Richard ini? Dari google gua baru tahu kalau beliau ini sudah mendapatkan beberapa award internasional, gua juga nemuin wawancaranya dan ternyata banyak banget point2 cukup oke buat masukan kita, ini gua ambil summary beberapa point penting:

Tentang menulis dari pengalaman pribadi:

None of my work is autobiographical in the sense of characters or story events being based on anyone I know or anything that has happened in my own life. However, they are all autobiographical to the extent that they reflect my views about people and society, my ethics and values, and my attitude towards life. Although I have never based any of the characters on myself, the main character usually (though not always) reflects something of my own beliefs and values, directly or indirectly, sometimes minimally, sometimes extensively. But even if none of the characters are reflective of my attitudes, the story itself will at least express something of my thinking at the time it was written.

Tentang penulis lain yang mempengaruhi tulisannya:

This is a difficult question to answer. There are a number of writers I greatly admire, and whose work I will read and reread, but I don’t think they influence my writing in the way many people think. I don’t write like any of the writers I admire, and I don’t think anyone would read my work and say that my style is like so-and-so’s. In fact, I don’t think I write like anyone except Richard Paul Russo, which I believe is a good thing.

Tentang isi cerita/tulisan:

I don’t mean to suggest that you can’t be funny or clever or entertaining, but I have learned from them that whatever kind of writing you do, you must believe in its worth and importance. Your subject matter should be worth writing about, for whatever reason (and that includes entertainment); and if it’s worth writing about, it is worth writing well, and the time and energy spent to hone the work, to revise as often as necessary to make it the best possible story or novel, are both well worth spending.

Tentang terbuka dengan kritik:

And I learned that not just any story will do — I need to dig deep inside and find a story that matters to me on some level, that I am convinced is worth telling. Because if the writer doesn’t believe the story is worth telling, the story will not be convincing to the reader. Additionally, I came to appreciate the need for being open to criticism while at the same time having enough self-assurance to stick to my guns when I feel specific criticism is misguided — a fine balance, but a crucial one to strive for. Most of all, I learned that not only do individual stories need to be approached with seriousness and honesty, but writing as a whole — as a career or vocation — needs to be approached with the same sense of honesty and purpose, discipline and dedication.

Tentang pembagian waktu menulis dan karir bekerja:

On the practical side, it is extremely difficult to make a living in any of the arts — after more than ten years of selling my work (five published novels, more than two dozen stories, and several award nominations), I still can’t make a living at it myself. The more time spent at a “regular” job, the less time and energy there is available for writing. On top of that, friends and family often think your time outside of your regular job is completely open and flexible — after all, they think, you can write any time you want — so it is sometimes difficult to maintain the regular schedule and large blocks of time necessary for productive work. But I continue to write, because the rewards far outweigh the difficulties and frustrations.

Tentang Gaya penulisan:

I have a tendency to overexplain (I am more guilty of this in my novels than in my short fiction), so I work hard during revision on paring things down, because the last thing I want to do is either bore or insult my readers by explaining too much. I try to keep this in mind while working on first drafts, but the overexplaining, or simply telling too much, always creeps in. So I constantly consider and reconsider what scenes are truly necessary, and then within each scene I think about what individual pieces of description, dialogue, characterization, or action would be most effective, and what is merely filler.

Tentang Karakter di tulisan:

I prefer to show character through dialogue and gestures and action, rather than simply trying to describe what kind of person the character is; if I do my job well, the reader will be able to put the pieces together and form a stronger sense of the character than if I told the reader what to think about the character. When it comes to description, rather than simply describe the entirety of a scene, I focus on what the viewpoint character would actually notice about his or her surroundings, and combine that with minimal but key concrete details that will work together with the reader’s own imagination and intellect to produce an effective, overall picture.

Tentang selingan tema/gaya tulisan:

Ship of Fools (judul asli ‘Unto Leviathan’, novel yang baru gua baca) does mark a new phase in my writing. Hopefully it marks growth in me as a writer as well. After writing three novels in a row that, though essentially independent, were all set in the same near-future San Francisco and with recurring characters, I needed to do something different: to stretch myself as a writer, to maintain my enthusiasm for writing. I think the only way to grow as a writer, and remain excited about writing, is to stretch one’s abilities, to continue exploring and making discoveries both in the world and in ourselves.

Replies to the email:

Paulius:

Excellent reading makasih banyak bang Wira…
*slight nod smile*

Kenapa judulnya di ganti ya ?
Anyway Unto Leviathan itu contoh judul yang nggak ada matinye. Geezz…

Wonder if he’s related to Rene Russo ?
*fake innocent look*

Ninit:

wow cool! thanks banget wira… menarik nih bukunya… ntar nyari aaah…

Pamit Sementara

In Personal, This Blog on January 7, 2006 at 07:04

Image hosted by Photobucket.com

Beberapa hari ini, sebenarnya saya tetap rutin posting walau hanya sebatas draft, ciehh kayak mau nulis apaan aja he3x.. tapi kadang topik yang sudah ditulis ke dalam draft dan mengendap, bisa lebih objektif dinilai setelah benar-benar dituliskan dan dibaca ulang. Sebagai blogger, ngerti dong apa yang saya maksud kan :-)

Tadinya, malam ini pengen publish draft-draft itu, tapi kok ya ilalah semua isinya curhatan. Di sisi lain, mau menulis sesuatu yang “nendang” pun rasanya sedang nggak mood. Entah ya, mungkin karena banyak hal yang berjalan diluar perkiraan dari rencana akhir-akhir ini, pada dasarnya saya nggak sibuk-sibuk amat but my mind is fully occupied (maybe I should have written this post in full english).

Anyway, saya memutuskan untuk pamit dulu dari dunia blogging sampai batas waktu yang nggak ditentukan, bisa sampai minggu depan, bulan depan, bisa juga lebih lama. Satu hal yang pasti, saya tetap update atas postingan baru teman-teman blogger.

Iya, saya tetap membaca blog, dan menikmatinya sebagai bentuk hiburan, perluasan wawasan atau simply dalam kapasitas seorang teman yang ingin tahu perkembangan teman-teman nya :-)

So, sampai ketemu lagi, mungkin kita bisa pada kopi darat ya someday. Keep on writing, cheers!

Tahun Baru di Orchard

In Personal, Photo, Singapore on January 1, 2006 at 16:27

Setelah sempat bersikukuh nggak akan menghadiri keramain untuk tahun baru ini, akhirnya saya menyerah dengan request beberapa teman dari Jakarta yang pengen banget merasakan suasana keramaian tahun baru di singapura.

Dipilihlah Orchard Road, pusat perbelanjaan warga Indonesia di Singapura, pertimbangan nya transportasi yang gampang dengan tersedia nya jalur bus Night Rider (bus lepas tengah malam). Taksi kurang bisa diandalkan untuk event seramai ini, selain sudah pasti antri, juga ada charge tambahan selewat tengah malam.

Ini kali pertama juga bagi saya merasakan keramaian Tahun Baru di sini. Ada satu tradisi unik yang saya lihat semalam, tahun baru identik dengan semprotan Aerosol, kegiatan saling mengejar dan menyemprot terlihat dimana-mana, nggak mesti yang kenal, semua orang bisa kena semprot.

Pelajaran bagi yang ingin bertahun baru disini, bawa kaos cadangan, karena semprotan Aerosol ini walau seperti busa, tapi membuat lembab pakaian, apalagi kalau dalam volume yang banyak. Saya nggak tahu bagaimana menghindari nya karena hampir semua orang saling menyemprot. Awalnya fun, tapi saat orang yang nggak dikenal tiba-tiba menyemprotkan ke wajah, ckk.. jadi pengen nonjok deh, it’s not fun anymore..

Multi etnik nya singapura juga terasa dengan berkumpulnya etnik melayu, chinese, dan India. Orang Indonesia? Jangan ditanya, they are everywhare, nggak perlu dicari-cari, cukup pasang telinga selama berjalan dan kosakata khas yang, jakarta banget gitu loh, akan sering terdengar.

Yang juga menarik, cara berpakaian warga perempuan singapura yang minimalis membuat banyak kejadian pelecehan seksual, kenyataan banyak yang menjadi korban memang yang berpakaian mini. Seorang blogger singapura membahas tentang ini, di blog Xiaxue.

Dibawah beberapa foto dari perayaan semalam, maaf kalau kurang jelas dan agak blur, selain cuma bermodalkan kamera Hand Phone, saya juga amat berhati-hati karena takut HP saya kena semprotan Aerosol.

Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com

Bagaimana dengan tahun baru kamu? :-)