Komputasi Awan Dengan Dropbox

Sumber: Dropbox.com

Pernah merasakan bahwa kehilangan sinyal 3G atau koneksi internet membuat komputer atau smart-phone kita jadi kurang berarti? Jika begitu, selamat datang di era Internet, era nya komputasi awan. Ketergantungan kita terhadap koneksi internet tersebut adalah salah satu tanda bahwa komputasi awan tanpa disadari sudah terintegrasi dalam aktifitas keseharian kita. Ingin merasakan hebat nya komputasi awan? Saya merekomendasikan layanan Dropbox.

Apakah Dropbox?

Dropbox adalah layanan penyimpanan file online, layanan yang mungkin sudah umum sekali, namun yang membuat nya spesial dan menjadi teramat populer adalah justru pada kesederhanaan nya. Setelah instalasi, Dropbox hadir di komputer kita sebagai satu folder biasa, sama hal nya seperti folder “My Documents” (di Windows) atau folder “Documents” (di Mac OS), apapun yang kita simpan di folder Dropbox tersebut, tanpa campur tangan kita akan secara otomatis di sinkronisasi dan disimpan secara online di Dropbox.com

Apakah itu berarti layanan tersebut selalu membutuhkan koneksi internet? Disinilah letak kesederhanaan yang lain, sama sekali tidak. Saat offline kita bisa bekerja dengan file pada folder dropbox di komputer kita sesuka hati (revisi file, tambah file, hapus file, membuat sub-folder baru, dll), sinkronisasi ke Dropbox.com secara otomatis baru dilakukan setelah kita terkoneksi dengan internet.

Intinya, dropbox akan membuat cadangan file dan struktur sub-folder yang sama persis dengan yang tersimpan pada folder Dropbox di komputer kita.

Pengguna Dropbox Ibarat Memiliki Asuransi

Pertanyaan yang mungkin muncul, bagimana jika komputer kita digondol maling lalu si maling menghapus semua file kita di folder dropbox, otomatis akan terhapus juga di dropbox.com? Nah disinilah letak kesederhanaan yang lain, pada kasus ekstrim seperti itu, yang kita lakukan hanyalah login ke dropbox.com, mengembalikan file kita yang terhapus di komputer (dropbox masih menyimpan file-file yang dihapus di komputer), lalu memutus sinkronisasi dengan komputer kita yang sekarang di tangan maling.

Setelah itu kita download aplikasi Dropbox untuk diinstall ke komputer baru kita, dan semua file dan folder lama secara otomatis di download oleh komputer baru kita, luar biasa. Selain tetap menyimpan file yang dihapus, Dropbox.com bahkan juga menyimpan salinan file versi-versi terdahulu, ini membuat pengguna dropbox seperti memiliki asuransi atas file-file yang sudah tersimpan di Dropbox.com

Pengelolaan File Efektif Dari Mana Saja

Selain pada komputer, folder Dropbox tersebut bisa juga diakses dari aplikasi smart-phone (Blackberry, Android, iPhone dan iPad), disinilah kehebatan solusi komputasi awan, hari ini amat umum kita bekerja dari lebih dari satu device, smart-phone terkini sudah mulai banyak menggantikan fungsi komputer.

Dengan solusi Dropbox ini, kita bisa mengakses dan bekerja dengan file-file kita dari mana saja dan pada device apapun yang mendukung. Perubahan yang dilakukan dari satu device akan di update di device kita lain nya, ini membuat pengelolaan file amat efektif dan tidak membingungkan.

Anggaplah kita sedang sial dan kehilangan semua device kita, kembali lagi, yang kita lakukan hanyalah mencari komputer dg koneksi internet, login ke Dropbox.com, file-file kita masih tersedia utuh di awan (internet), betul-betul luar biasa dan amat sayang jika kita tidak memanfaatkan layanan ini.

Kolaborasi Tim Yang Terintegrasi

Selain untuk sinkronisasi file, Dropbox juga banyak dipakai oleh tim perusahaan untuk kolaborasi online, karena dimungkinkan untuk membagi satu folder di Dropbox kita untuk bisa diakses bersama-sama oleh tim kerja kita.

Jika pernah mendengar layanan kolaborasi awan Google Docs atau Microsoft Office Web Apps (aplikasi Office online yang berjalan di Browser), maka Dropbox bisa menjembatani hambatan office online yang fiturnya terbatas dan relatif lambat tersebut, karena kita mengerjakan file (office) tersebut secara lokal di komputer kita sendiri.

Layanan Komputasi Awan Relatif Tidak Mahal

Dropbox bukanlah pemain satu-satu nya sebagai penyedia layanan ini, alternative layanan yang serupa ditawarkan juga oleh antara lain Windows Live Mesh, SugarSync, Box.net dan lain-lain. Namun sampai saat ini, Dropbox masih memimpin pasar untuk kategori layanan ini.

Tentu saja, menyediakan layanan yang canggih seperti ini membutuhkan biaya operasional dan pengembangan yang cukup besar, sehingga pada umum nya layanan ini tidak lah gratis. Sebagai contoh, Dropbox memberikan gratis untuk penyimpanan maksimal 2 GB dan akan memberikan 50 GB penyimpanan untuk US$99 per tahun. Jika dihitung, biaya nya kurang dari Rp. 100 ribu per bulan, sangat sebanding jika mengingat kenyamanan dan ketentraman yang ditawarkan.

Siapa Pengguna Dropbox?

Layanan ini cocok sekali untuk menyimpan dan sinkronisasi file-file kerja (terutama office, gambar/foto dan pdf), untuk file-file berukuran besar sinkronisasi bisa memakan waktu lama bergantung kecepatan jaringan. Jika melihat manfaat nya, layanan ini dapat berguna untuk kita semua, baik untuk pribadi maupun tim.

Dropbox adalah salah satu dari layanan yang naik daun dengan makin populer nya komputasi awan di kalangan pengguna akhir. Keberadaan layanan ini pada berbagai platform desktop (Windows, Mac, Linux) dan mobile (iPhone, iPad, Android, Blackberry) adalah kekuatan dari trend layanan komputasi awan masa kini, membuat layanan ini mampu mendukung kolaborasi dan produktifitas tim kerja dengan pilihan platform apapun yang mereka pakai.

Dengan layanan seperti ini, tidak ada lagi kasus klasik kehilangan data-data yang amat penting karena hard disk rusak atau laptop hilang. Yang mungkin menjadi pertanyaan akhir yaitu bagaimana layanan komputasi awan menjamin kemanan dan privasi pengguna nya; secara sederhana kita ingat saja, bahwa kunci maju nya suatu layanan seperti ini adalah kepercayaan pengguna nya, maka pertanyaan tersebut tidak perlu kita khawatirkan.

Selamat datang di era komputasi awan.

(Dimuat di Harian Kontan, Senin 12 Maret 2012)
Belum memiliki dropbox? Registrasi gratis disini

Comments

  1. Oke saya baru mengerti tentang komputasi awan ini.. Lalu apakah layanan seperti Google Drive juga serupa dengan dropbox?

    • Iya serupa, tapi dari segi performance Dropbox sudah amat stabil dan cepat. Saya sudah pernah coba Google Drive dan Microsoft OneDrive, kedua nya ada masalah di synchronize. Dropbox udah matang banget.. (minim bugs)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: