Workshop Kurikulum Sistem Informasi

Foto bersama Prof. Iping Supriana

Foto bersama Prof. Iping

Tiga hari lalu, tepat nya 19-20 Juni 2013, saya mengikuti workshop Kurikulum Sistem Informasi (SI) oleh Kelompok Keahlian Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Yang membuat workshop ini istimewa, bukan hanya topik nya yang amat pas momentum nya dengan update kurikulum Fakultas TIK Universitas Multimedia Nusantara (UMN), namun juga pelaksanaan nya di kampung halaman kedua saya kota Bandung dan di alma mater saya pada saat kuliah S1. Terakhir ke kampus ITB mungkin sekitar tahun 2004, hampir sepuluh tahun yang lalu.

Hari Pertama – Benchmarking Kurikulum & KKNI

Hari pertama workshop diisi oleh empat pembicara dari Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI) ITB, yang mencakup standar kurikulum internasional berdasarkan Association for Computing Machinery (ACM) oleh Dr. Rinaldi Munir, juga sharing kurikulum Sistem dan Teknologi Informasi (STI) ITB oleh Dr. Husni S. Sastramihardja, Benchmarking Kurikulum SI oleh Indriani Noor Hapsari, M.T., dan ditutup oleh Prof. Iping Supriana dengan KKNI & Kompetensi Sistem Informasi.

Yang menarik adalah, bahwa kurikulum Sistem Informasi di luar negeri banyak masuk sebagai bagian dari sekolah bisnis dan manajemen, berbeda dengan di Indonesia yang masuk nya sebagai bagian dari fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Jika mengacu ke ACM, menurut saya untuk Indonesia memang lebih pas masuk nya sebagai bagian dari TIK, mengingat kompetensi yang dibutuhkan beberapa cukup spesifik dan lebih mudah alokasi resource dosen nya jika jurusan SI nya berada di Fakultas TIK.

Yang juga menarik adalah paparan Mbak Indriani yang menyampaikan bahwa di Singapura, ada badan pemerintah khusus mempelajari kebutuhan industri di sana dan memberikan panduan untuk kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan kepada universitas-universitas.

Prof. Iping juga memberikan satu usulan rancangan pemetaan kurikulum ke dalam standar Kerangka Kualifikasi nasional Indonesia (KKNI), yang nanti nya semua kurikulum di Indonesia mesti align terhadap kompetrensi KKNI yang dibuat pemerintah, ini juga satu sesi yang amat banyak memberi pencerahan.

Hari Kedua – Diskusi Kompetensi Inti Sistem Informasi

Hari kedua diisi oleh Pak Windy Gambetta yg menyampaikan kompetensi bisnis apa saja yang seyogya nya dikuasai oleh seorang sarjana SI lalu disambung oleh Dr. Rila Mandala yang membahas skill pemrograman bagi lulusan sistem informasi.

Pada dasar nya seorang lulusan Sistem Informasi mesti menguasai dan berbicara dalam dua bahasa yang berbeda, yaitu bahasa bisnis dan bahasa TIK, satu hal sebenarnya cukup sulit karena begitu luas nya topik pembelajaran yang mesti di cakup.

Pada sesi Dr. Rila Mandala begitu banyak pertanyaan muncul terkait seberapa teknis kah seorang sarjana SI itu mesti nya. Dr. Rila memberikan panduan bahwa kompetensi bisnis yang diperlukan hanya yang terkait dengan implementasi TIK di perusahaan saja, dan tidak mendalami strategi bisnis yang dipelajari di jurusam Manajemen dan Bisnis.

Juga pemrograman yang dicakup hanya yang terkait dengan aplikasi bisnis, sesuai panduan ACM porsi pemrograman nya lebih sedikit, dan alih-alih mengajarkan semua bahasa pemrograman, lebih bake fokus mendalami satu bahasa pemrograman yang banyak dipakai di platform aplikasi bisnis. Kata kunci nya adalah “Implementasi TIK di dunia Bisnis”.

Hari kedua ini ditutup oleh diskusi tentang rancangan kurikulum SI, mengambil sampel kurikulum Universitas Ma Chung, Malang. Pada sesi ini, semua pembicara dan dosen dari STEI ITB termasuk Pak. Kridanto Surendro ikut menanggapi berbagai pertanyaan dan masukan dari floor.

Kesimpulan

Prof. Iping memberikan kata penutup bahwa pada dasar nya tidak ada Kurikulum yang jelek, namun yang paling terpenting adalah kurikulum yang memang sesuai dengan kompetensi dosen-dosen yang berada di Universitas tersebut dan juga sesuai dengan kebutuhan dari kompetensi lulusan yang ingin dicapai.

Yang bisa saya simpulkan sendiri adalah kurikulum yang realistis bisa dilaksanakan dan bisa menghasilkan sarjana-sarjana yang bermanfaat. Sesi ini sekaligus menutup workshop dua hari yang amat membuka wawasan dan pencerahan, tidak sabar rasanya ingin menyampaikan kembali apa yang saya dapat kepada rekan-rekan dosen di Fakultas TIK UMN.

2013-06-19 14.22.342013-06-20 15.38.122013-06-19 14.42.332013-06-19 14.18.56

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: