Mengalami Digital Fatique

Folder di iPhone SayaGambar di samping/atas adalah tampilan salah satu folder di iPhone saya, saya aktif hampir di semua jejaring sosial besar.

Itu belum termasuk delapan email aktif, messenger berbagai platform, channel berita lokal & luar negeri mulai dari yang lokal detik.com, Forbes Tech News sampai dengan update temuan-temuan terkini dari Explorer ‘Curiosity’ di planet Mars.

Status updates dari social media, perkembangan hardware, software, berita startups, email kantor maupun pribadi, setiap waktu membanjiri notifikasi di iPhone.

Se hobi-hobi nya saya, akhir nya ‘pegal’ ya, hahaha… ini yang disebut sebagai digital fatique atau social media fatique.

Namun profesi saya sebagai dosen di bidang Sistem Informasi (ICT), mau tidak mau menuntut untuk saya untuk selalu up to date dan gampang untuk dihubungi oleh mahasiswa via berbagai jalur digital (ini kebijakan saya pribadi).

Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya saya menempuh jalan tengah yang semoga efektif:

1. Memakai Blackberry Sebagai HP Kedua (Pribadi)

iPhone adalah smartphone yang amat-amat berkualitas, semua layanan tadi bisa di handle tanpa lemot dan juga tanpa henti! I need to get away from this ‘computer’ once in a while.

Jadi saya putuskan membeli hmm.. semi smartphone, yang nggak canggih-canggih amat tapi bisa meng cover kebutuhan dasar saya; untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman dekat dan tiga saja email terpenting saya (sorry my students and my colleagues, I do need some privacy too) πŸ™‚

Saat akhir pekan dan di luar dari jam kantor, saya bisa meninggalkan iPhone saya di laci dan mengecek nya hanya sesekali saja, sudah saya coba tiga hari ini dan amat-amat menyegarkan loh.

2. Kembali Menulis Blog

Update status dan upload foto di berbagai jejaring sosial adalah ibarat menyebar moment dan kenangan di berbagai tempat. Saya ingin suatu hari moment-moment yang saya alami bisa ditelusuri oleh anak cucu saya (karena mereka adalah juga bagian dari moment-moment tersebut).

Jadi saya kembali menuliskan moment-moment saya di blog (ini), berbagi pikiran dan pengalaman tanpa dibatasi 140 karakter, dan juga secara bertahap mengupload ribuan foto-foto berdasarkan event dan waktu di satu tempat saja (on the cloud) yaitu Microsoft Skydrive.

Dengan begitu, orang-orang yang care dengan saya, bisa melihat semua update saya di dua tempat saja secara runut, lengkap dan terdokumentasi dengan baik.

Kesimpulan nya, peran jejaring sosial media sebagai tempat kita berinteraksi tetap tidak bisa dihapuskan begitu saja, karena di sanalah massa nya berada. Daripada kita membombardir jejaring sosial kita dengan update kecil-kecil, kenapa tidak kita tuliskan saja di satu tempat (blog pribadi kita).

Jejaring sosial tetap bisa kita manfaatkan untuk mempublikasi update terbaru blog kita dan menjalin relasi, itu sebab nya anda disini kan πŸ˜‰

Dua hal sederhana diatas ternyata telah mampu mengurangi social media fatique saya, kata orang tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah, mungkin sudah saat nya kita mem balance, ikut andil membuat konten (sharing) dan tidak terus-menerus mengkonsumsi konten saja. Welcome to my home dan semoga kita saling menginspirasi ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: