Pho 24 – Mie Vietnam Yang Mak Nyus

Pho 24

Pho 24 Di Pacific Place

Kalau weekend, Pho 24 adalah salah satu tempat makan favorit saya dan Yuli, menu nya sih berkisar Soup Mie dan Bakso Vietnam, yang sebenarnya rasa kaldu kuah nya juga mirip-mirip dengan Bakso Indonesia, nggak asing di lidah kita.

Favorit kita pesan nya Po Chin, ini Soup Mie Vietnam dengan irisan-irisan tipis daging sapi setengah matang, tapi jangan ngeri dulu, kita bisa minta daging nya dibuat matang kok. Mie Vietnam ini mirip Kwetiau, tapi nggak selebar dan setebal kwetiau, lebih tipis, pas lah.

Kita juga diberikan sepiring kecil toge, jeruk nipis dan daun apa itu nama nya, biasanya saya cemplungin aja semua nya sekaligus ke Po Chin nya. Plus sedikit irisan cabe rawit (disediakan) untuk menambah semangat makan.

Po chin

Po Chin

Selain Po Chin, untuk appetizer kita pesan Cakwe, lumayan sambil nunggu Po Chin, tapi porsi nya lumayan banyak untuk satu orang (standar perut saya sih ya), jadi bisa berdua. Kuah cuka celupan Cakwe nya enak, ada kulit cabe merah nya jadi rasanya asin asam pedas gitu.

Pho 24, bukan satu-satu nya restaurant khas Mie Vietnam, ada juga Pho 2000, tapi entah kenapa Pho 2000 yang di Pondok Indah Mall 2 nggak ada lagi, sementara Pho 24 gampang nyari nya di banyak lokasi di Jakarta, di mana ada Eat and Eat biasanya ada juga Pho 24 disana.

Porsi Lengkap

Porsi Lengkap

Untuk harga memang relatif mahal, mungkin karena banyak lokasi restaurant nya berada di Mall ya, semangkuk Po Chin 50 ribu rupiah, Cakwe nya 15 ribu rupiah seporsi, semua belum termasuk pajak dan sevice charge.

Ya sesekali boleh lah ya, makan enak juga salah satu cara menikmati hidup kan, soup dan Cakwe ini juga termasuk jenis makanan sehat 😉

Kemarin makan bertiga dengan minum total 250an ribu, Kalau mau traktir rame-rame mungkin relatif kemahalan, tapi kalau makan bareng pasangan aja jatuh nya juga nggak seberapa.

Bill Porsi 3 Orang

Bill Porsi 3 Orang

Yang pasti keluar uang segitu sama sekali nggak merasa rugi, enak makanan nya, mak nyuss.. Bakso nya juga enak banget (walau nggak saya ulas disini), lidah nggak butuh penyesuain sama sekali karena bumbu dan cita rasanya ‘Indonesia’ banget, boleh lah dicoba kalau yang belum pernah, recommended.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: